indah akhlakmu memang sudah tak dapat diragukan. Aku mengenalmu sebelum engkau tahu siapa aku. Yah, jauh sebelum-sebelumnya. Apa yang tak ku ketahui tentang dirimu ? semuanya akua tahu, yah mungkin gak smpai 100% , karena aku sudah jauh mengenalmu terlebih dahulu. Dengan konyolnya namamu kupajang di didinding kamar sebagai suatu target yang harus aku capai kelak, entah itu bakalan jadi kenyataan atau hany sebuah tempelan kertas di dinding biasa?
Kita mungkin tak pernah saling berbicara, sama sekali. Aku pun hanya pernah melihatmu sekali secara langsung setahun lalu saat lebaran. Disana kulihat engkau berbicara didepan banyak orang dengan menundukkan kepalamu. Menghindari pandangan mata dari para akhwat, kurasa begitu. Aku bahkan tak berani untuk melihat wajahmu saat itu.
Dan akhirnya kau pun mengenalku, yah tidak secara langsung memang. Kau smakin dekat (kurasa). Tak ada hal lain yang ku ingin saat itu, kau dekat denganku pun itu sudah buat aku senang, sampai –sampai sahabat sahabatku aku kabari mengenai hal ini. Lebay ? iya,, aku memang lebay . lalu ? apa lagi ? adakah alasan lain yang bisa ku berikan saat kau ternyata menyukaiku ?
Bukan belum siap , tapi aku gak pantas untukmu. Jauh dari yang namanya akhlak baik dalam diriku. Maaf, maaf, tapi aku sudah menyukaimu sejak lama, tapi .. kurasa aku harus memperbaiki akhlakku terlebih dahulu sebelum berlanjut kesana. Untuk saat ini aku tidak bisa, bukan karena aku gak mau, tapi karena aku belum pantas untukmu
Teringat perkataan seorang teman tentang wisuda nanti , selain kedua orang tua sebagai tamu agung yang akan mendamppingiku, yang dengan bangga nya akan menyandingku dengan toga dan kebaya ku nanti , melaiankan pasangan yang “lain” yang harus digandeng saat itu . entah benar atau tidak, tapi aku berharap jika itu benar, kaulah yang akan ada disampingku. Yang akan membenarkan topi toga ku saat miring, yang akan menuntunku berjalan dengan mantap saat itu. Yang akan menemani orang tuaku yang memang sudah tua. Membayangkannya saja sudah membuatku merasa takut.
Sejenak lamunanaku pun buyar saat teringat aku masih pantas untukmu, terlebih target target , mimpi mimpi ku yang harus aku fokuskan terlebih dahulu. Dikejar deadline kah aku ? ya! Lebih dari deadline! Ibu ayahku pun ingin ku bahagiakan sebelum mereka atau aku terlebih dahulu yang akan Engkau panggil kepadaMu. Yah,, mimpi ke 31 ku yang akan aku , bukan ,, HARUS aku wujudkan , (amin) . membawa mereka orang yang sangat aku cintai ke tanah suci.
Lalu aku harus bagaimana? Mana yang harus aku dahulukan ? aku tahu hidup itu pilihan , namun aku rasa biarlah Kau dan waktu yang akan jawab semuanya.

0 komentar:
Posting Komentar
CMIIW yaaa (Correct Me If I'm Wrong)