“ … aku hanya tidak ingin semakin jauh dari muamallah… maaf”
Semenjak pesan iti masuk kedalam otak danku coba mencernanya
dengan baik. Apa yang salah ??
Muamallah ? apa itu ? satu hal. Apa yang salah ? apa dosa ? memang melanggar syariatkah kita ?
dosakah kita hanya dengan hal seperti itu? Bahkan kita tak pernah bertemu, wajahmu saja aku tak tahu, begitupun sebaliknya. Yah,, kita hanya berkomunikasi, mencoba berkomunikasi dengan dekat, sangat dekat.
Muamallah ? apa itu ? satu hal. Apa yang salah ? apa dosa ? memang melanggar syariatkah kita ?
dosakah kita hanya dengan hal seperti itu? Bahkan kita tak pernah bertemu, wajahmu saja aku tak tahu, begitupun sebaliknya. Yah,, kita hanya berkomunikasi, mencoba berkomunikasi dengan dekat, sangat dekat.
Lalu apakah kita dosa? Salahkah ? salahkah aku mencintaimu
dengan cara seperti ini ?? dosa ya?
kau berkata, kekasih saat nanti ijab qabul itu jauh lebih indah, aku tahu, aku paham. Prinsipmu ya? Apa kita pacaran ? gak kan ? sekali lagi kutegaskan kita hanya dekat dengan komunikasi. Jarak yang jauh diantara kita, kini akan smakin menjauh juga dengan hati kita dengan keputusanmu tetap memegang erat prinsipmu. Cinta ,.. adalah rasa yang fitrah dari Rabb kita, tak berdosa jika kita memilikinya. Sama sekali gak dosa kok.
kau berkata, kekasih saat nanti ijab qabul itu jauh lebih indah, aku tahu, aku paham. Prinsipmu ya? Apa kita pacaran ? gak kan ? sekali lagi kutegaskan kita hanya dekat dengan komunikasi. Jarak yang jauh diantara kita, kini akan smakin menjauh juga dengan hati kita dengan keputusanmu tetap memegang erat prinsipmu. Cinta ,.. adalah rasa yang fitrah dari Rabb kita, tak berdosa jika kita memilikinya. Sama sekali gak dosa kok.
Lalu siapa yang salah ? aku ? yah aku salah, karna aku
terlalu ‘kecil’ memahami maksudmu, karna kau terlalu bodoh dalam hal agama.
Kamu salah ? yahh,, kamu juga,, kenapa caramu juga salah ? jika niatmu seperti
ini, kenapa memulainya denganku yang bodoh ini ?. Waktu ?
waktu juga salah besar, kenapa tak mempertemukan kita saat 3 atau 4
tahun lagi saat kami sudah siap untuk menjalin cinta yang halal sesuai dengan
aturan dari Rabb kita ..
Namun katamu tak ada yag salah , sikap kita yang salah. Sikap kita yang mana lagi ? komunikasi salah kah ?? aku tak tahuuu.. aku bodoh..
Namun katamu tak ada yag salah , sikap kita yang salah. Sikap kita yang mana lagi ? komunikasi salah kah ?? aku tak tahuuu.. aku bodoh..
Dan ijinkan aku untuk tetap mencintaimu dengan mencintaiNYA
..
masalah waktu ya? 6 tahun lagi lah kira-kira kita akan menemukan jawaban. Lama? Untuk sebuah bukan , untuk sejuta cinta ini, pengorbanan yang besar tentunya hasilnya juga besar. Besar . kutunggu saat nya nanti akan datang . saat kau datang kerumah bersama kedua orang tuamu, mengkhitbahku..
Namun untuk saat ini, tetap ijinkanlah aku mencintaimu dengan ijin NYA .. ijinkan aku Rabb ..
masalah waktu ya? 6 tahun lagi lah kira-kira kita akan menemukan jawaban. Lama? Untuk sebuah bukan , untuk sejuta cinta ini, pengorbanan yang besar tentunya hasilnya juga besar. Besar . kutunggu saat nya nanti akan datang . saat kau datang kerumah bersama kedua orang tuamu, mengkhitbahku..
Namun untuk saat ini, tetap ijinkanlah aku mencintaimu dengan ijin NYA .. ijinkan aku Rabb ..
