Sabtu, 02 Juni 2012

sampai kapan akan kususun kembali ?!





Keadaan ini enggan berikan jalan, apa yg kurasa kini telah percuma …
Mengikhlaskan segala sesuatu yg pernah kita miliki itu memang susah, terlebih hal itu belum menjadi milik kita dan kita sudah harus mengikhlaskan… jauh lebih susah. Yah logikanya merasa kehilangan itu akan ada jika kita pernah memilikinya. Tapi ini , aku , gak pernah milikin “hal itu” dan harus benar-benar rela ditinggalkan “hal itu” tadi.

Mimpi. Yah aku punya mimpi. Bukan sekedar mimpi anak-anak biasa, kenapa ? karena pemikiranku sangat berbeda dengan lain kebanyakan orang. Mataku melihat yg tak terlihat oleh orang lain, pikiranku memikirkan yg tak akan pernah terpikirkan oleh orang lain, dan telingaku mendengar yg memang hanya aku yang bisa mendengar. Yah.. aku berbeda. Semenjak mengenal “dia” mipiku kuibaratkan layaknya balok-balok yang bertuliskan macam-macam mimpiku. Telah kususun perlahan, agar tidak terjatuh saat aku menyusunnya. Dan “dia” datang, alangkah senangnya hatiku, “dia” mengajarkan ku banyak hala dan membantuku menemukan balok-balok mimpiku yang sudah hilang. “dia” juga membantu menyusunnya bersamaku, meletakkan balok bertuliskan “cinta” di atas balok impianku yang lain.

Tak selang berapa lama, tak tahu karena hal apa. “dia” datang membawa kabar yg sungguh membuat hati ini marah ! “dia” berpikir ini hanya mainan anak kecil, mainan ! yah hanya mainan. “dia” hancurkan balok-balok impianku yg telah tersusun rapih ini. Termasuk balok bertuliskan “cinta” yang waktu itu ia letakkan sendiri. “dia” pergi membawa balok “cinta”ku itu, dia mengambilnya. Kulihat dari sudut tempat aku menyusun balok impian ini, ya.. aku melihat ia menyerahkannya pada orang lain. Kutunduukan wajahku, mencoba ku tahan tangisan yang sama sekali tak ingin ku keluarkan. Tak bisa! Susah ! ini terjadi di depan mata !
Tersungkur aku di tempat ini, melihat balok-balok impianku telah tercecer kemana-mana. Apa yang harus ku lakukan ? mengejarmu yang telah bersama orang lain itu ? menunggumu ? mengharapmu ? berharap aku yg jadi pemenang, tapi tak bisa, aku tak punya cukup “modal” untuk maju ke persaingan. Lagian “dia” sudah menentukan kan siapa pemenangnya ?

Tak tahu, bahkan sampai saat ini balok-balok impianku ini belum aku susun kembali. Aku butuh teman dan juga waktu. Akan kupantaskan hatiku untuk mendapatkan seseorang yg akan membantuku menyusun kembali balok ini sampai akhir tanpa penghianatan. Tanpa ditinggalkan.

Oky,
Malang, 3 juni '12
08:59

0 komentar:

Posting Komentar

CMIIW yaaa (Correct Me If I'm Wrong)